Rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah pada perdagangan awal pekan ini. Tekanan datang dari penguatan dolar AS, lonjakan harga minyak dunia, hingga meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik Timur Tengah.
Bank Indonesia disebut telah melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah. Namun pasar masih menilai tekanan eksternal cukup besar sehingga peluang kenaikan suku bunga acuan mulai meningkat.
Di sisi lain, IHSG juga mengalami tekanan seiring keluarnya dana asing dari pasar emerging market. Investor cenderung memilih aset safe haven seperti dolar AS dan obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Pelaku pasar kini menunggu arah kebijakan Bank Indonesia yang dinilai akan menjadi penentu stabilitas pasar keuangan nasional dalam beberapa pekan ke depan.





