Presiden Prabowo Subianto hari ini juga menyampaikan arah kebijakan ekonomi nasional dalam sidang DPR RI. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2027 berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen dengan defisit fiskal dijaga di level 1,8–2,4 persen dari PDB.
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya:
- hilirisasi industri nasional,
- ketahanan pangan,
- peningkatan penerimaan negara,
- serta penguatan ekspor komoditas strategis seperti nikel, batu bara, dan sawit.
Pemerintah juga berencana membentuk lembaga baru untuk mengawasi ekspor komoditas strategis guna mengurangi kebocoran penerimaan negara yang disebut mencapai ratusan miliar dolar selama puluhan tahun terakhir.
Tantangan Ekonomi Indonesia ke Depan
Pengamat ekonomi menilai tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, stabilitas rupiah, dan daya beli masyarakat. Jika tekanan global terus meningkat, maka harga energi, biaya impor, dan inflasi domestik berpotensi ikut naik.
Namun di sisi lain, Indonesia masih memiliki peluang besar menjaga pertumbuhan ekonomi karena konsumsi domestik yang kuat, sumber daya alam melimpah, dan proyek hilirisasi yang terus berkembang. Pemerintah berharap kombinasi kebijakan fiskal dan moneter dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional hingga akhir 2026.





