Ziarah menuju Makam Eyang Cupu di Cianjur, Jawa Barat, dimulai saat langit perlahan redup dan udara pegunungan terasa semakin dingin. Suasana di sekitar begitu tenang. Pepohonan besar yang rindang, jalanan tanah yang basah, serta kabut tipis yang turun perlahan membuat tempat itu terasa berbeda sejak pertama kali datang.

Lokasi makam ini berada di Gunung Cupu, Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur. Tempatnya berada di kawasan pegunungan yang masih asri dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, sehingga menghadirkan suasana yang damai bagi siapa saja yang datang berziarah.

Di tengah alam yang hijau dan sejuk, berdiri sebuah bangunan sederhana beratap khas pedesaan Sunda. Rumah itu tampak tenang dan menyatu dengan alam sekitarnya. Meski sederhana, tempat tersebut menghadirkan rasa damai yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Perjalanan menuju area utama makam dilanjutkan melalui tangga panjang yang dinaungi atap besi sederhana. Di kanan dan kiri, pepohonan besar berdiri kokoh seperti penjaga jalan ziarah. Semakin melangkah ke atas, suasana terasa semakin sunyi dan menenangkan.

Sesampainya di atas, terdapat sebuah pendopo terbuka yang menjadi tempat para peziarah duduk, beristirahat, dan berdoa. Suara air hujan yang jatuh di atap berpadu dengan desir angin pegunungan, menciptakan suasana yang syahdu dan penuh ketenangan.

Tidak ada hiruk-pikuk. Tidak ada kebisingan.

Hanya ketenangan.

Bagi masyarakat sekitar, Eyang Cupu dikenal sebagai sosok sepuh yang dihormati karena kebijaksanaan dan kesederhanaannya semasa hidup. Hingga kini, tempat tersebut masih sering didatangi orang-orang yang ingin berziarah, mencari ketenangan batin, ataupun sekadar menenangkan pikiran dari penatnya kehidupan dunia.

Di tengah hutan kecil dan udara dingin pegunungan Cianjur, tempat itu terasa seperti ruang untuk berhenti sejenak dari kerasnya kehidupan. Banyak orang datang membawa doa, harapan, dan kegelisahan, lalu pulang dengan hati yang terasa lebih tenang.

Kadang manusia memang membutuhkan perjalanan yang bukan sekadar tentang tujuan, tetapi juga perjalanan untuk kembali mendengar suara hati sendiri.

Makam keramat Eyang Pasir Gunung Cupu sendiri menyimpan sejarah dan silsilah yang panjang. Meski berada di wilayah Cianjur, Eyang Pasir Gunung Cupu dipercaya masih memiliki garis keturunan yang berkaitan dengan Kerajaan Mataram.

Dalam cerita yang berkembang di masyarakat, silsilah tersebut terhubung dengan tokoh-tokoh penting seperti Pangeran Nampak Baya, Pangeran Purbaya, hingga Raden Hasan atau Sultan Demak Bintoro. Karena itulah, banyak yang meyakini bahwa Eyang Cupu bukanlah sosok biasa, melainkan bagian dari perjalanan panjang sejarah tanah Jawa.

Lalu mengapa makam keramat tersebut berada di Cianjur?

Menurut cerita turun-temurun masyarakat setempat, Eyang Pasir Gunung Cupu dahulu melakukan perjalanan dakwah dan pengembaraan spiritual hingga sampai ke wilayah pegunungan Cianjur. Tempat tersebut dipilih karena suasananya yang tenang, jauh dari keramaian, serta dikelilingi alam yang masih asri. Dari situlah beliau dipercaya menetap, menyebarkan ajaran kebaikan, hingga akhirnya dimakamkan di kawasan tersebut.

Hingga hari ini, Makam Eyang Cupu tetap menjadi tempat yang dihormati banyak orang. Bukan hanya karena kisah sejarah dan silsilahnya, tetapi juga karena suasana alamnya yang menghadirkan ketenangan batin bagi siapa saja yang datang berziarah.